Ucapan natal buya hamka biography

ucapan natal buya hamka biography
Protes tradisi adu bagong, aktivis peduli satwa diancam disantet Berita. Kedua , ucapan ini menunjukkan keridhoannya pada kekufuran. Jadi tak ada yang bertentangan, tak ada yang dicabut, kata Hamka, sambil tertawa.

voa-islam.com

Nama kedua orang itu adalah Ong Liong Sikh dan Reneker. Saat ayahnya merayakan Idul Fitri, keduanya memberikan ucapan selamat kepada Buya.

Begitu pun sebaliknya Buya juga mengucapkan selamat kepada kedua tetangganya tersebut. Ulama penulis natal buya hamka biography Tenggelamnya Kapal van der Wijck tersebut mengegaskan, dalam kata 'Natal kalian' untuk membatasi akidah. Bahkan, lanjut Irfan, Buya juga pernah meminta istrinya untuk memberikan rendang kepada tetangganya. Mereka pasti akan kaget mendengarnya, jika mereka tetap mempermasalahkan dengan mengatakan Umat Islam tidak toleran.

Maka ungkapkan saja fakta tadi antara fenomena Indonesia dan Amerika. Jika mereka masih ngeyel dengan menyatakan bahwa ucapan itu hanya sebauh kata-kata, toh tidak ada salahnya mengucapkannya. Maka, kita tinggal ajak saja mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, toh itu juga cuma kata-kata!

Di hadapan penguasa, Hamka bicara tegas menolak upaya-upaya Kristenisasi. Hamka terkejut, karena disamping permintaan tersebut mendadak, ia heran mengapa istana memilihnya menjadi khatib, padahal pada waktu itu ia dikenal sebagai ulama yang dalam setiap ceramahnya selalu tegas mengkritik upaya-upaya Kristenisasi. Maklum, pada masa-masa awal Orde Baru, gurita Kristenisasi mulai membangun jejaringnya.

Baik di tingkat elit kekuasaan, maupun aksi-aksi di lapangan. Atas saran dan dukungan umat Islam, Buya Hamka akhirnya bersedia memenuhi permintaan istana. Umat ketika itu berharap, ulama asli Minangkabau ini bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah kepada para pejabat, terutama dalam menyikapi maraknya Kristenisasi. Inilah kali pertama Hamka, seorang mantan anggota Partai Masyumi, berkhutbah di Istana. Dari atas mimbar, ulama yang juga sastrawan ini menguraikan tentang bagaimana toleransi dalam pandangan Islam.

Islam sangat menghargai agama lain, dan tak akan pernah mengganggu akidah agama lain.

ucapan natal buya hamka biography

Haji Abdul Malik Karim Amrullah alias Buya Hamka juga menyampaikan bahaya Kristenisasi ia sampaikan di mimbar-mimbar dakwah dan media massa. Dalam setiap kesempatan khutbah, Buya Hamka yang prihatin dengan gurita kristenisasi yang sedang menggeliat ketika itu, bersuara lantang di hadapan umat agar mewaspadai sepak terjang kelompok Kristen yang berusaha memurtadkan kaum Muslimin.

Dalam setiap khutbah di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Hamka juga menegaskan bahwa misi zending Kristen yang sedang bergeliat pada masa itu telah dirasuki dendam Perang Salib untuk menghabisi umat Islam. Dalam rapat dengan Presiden Soeharto padaBuya Hamka menerangkan di hadapan Presiden tentang fakta-fakta Kristenisasi yang bergeliat setiap hari di masyarakat, dengan berbagai bujukan dan iming-iming materi yang menggiurkan. Hamka juga menyampaikan keprihatinannya tentang berdirinya Rumah Sakit Baptis di Bukittinggi, sebagai upaya terang-terangan dalam mengkristenkan masyarakat minang lewat cara pengobatan.

Kita kehilangan seorang pemikir besar. Muttaqien, salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia sekarang ini mengakui: Kesehatannya tidak memungkinkannya lagi memikul beban itu. Puisi ini ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November setelah mendengar pidato M. Natsir yang mengurai kelemahan system kehidupan buatan manusia dan dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar Negara RI.

Meskipun bersilang keris di leher Berkilat pedang di hadapan matamu Namun yang benar kau sebut juga benar Cita Muhammad biarlah lahir. Bongkar apinya sampai bertemu Hidangkan di atas persada nusa Jibril berdiri sebelah kananmu Mikail berdiri sebelah kiri Lindungan Ilahi memberimu tenaga Suka dan duka kita hadapi.

About Nahimunkar.org

Suaramu wahai Natsir, suara kaum-mu Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi Ini berjuta kawan sepaham Hidup dan mati bersama-sama Untuk menuntut Ridha Ilahi Dan aku pun masukkan Dalam daftarmu……! Saudaraku Hamka, Lama, suaramu tak kudengar lagi Lama….

Soal ucapan selamat Natal: Menanti toleransi yang jujur

Kadang-kadang, Di tengah-tengah si pongah mortir dan mitralyur, Dentuman bom dan meriam sahut-menyahut, Kudengar, tingkatan irama sajakmu itu, Yang pernah kau hadiahkan kepadaku. Tiba-tiba, Di tengah-tengah gemuruh ancaman dan gertakan, Rayuan umbuk dan umbai silih berganti, Melantang menyambar api kalimah hak dari mulutmu, Yang biasa bersenandung itu, Seakan tak terhiraukan olehmu bahaya mengancam.

Aku tersentak, Darahku berdebar, Air mataku menyenak, Girang, diliputi syukur.

ucapan natal buya hamka biography

Pancangkan olehmu, wahai Bilal! Update tulisan ini sehubungan dengan ada komentar dari sahabat tentang tulisan: Saya coba cari dan telusuri seputar tulisan diatas ternyata di Majalah Tempo edisi sebelumnya 16 Mei memuat berita seputar fatwa haram itu. Burhani Tjokrohandoko sebagai ketua umum dan sekretaris umum MUI. Dalam surat keputusan itu praktis difatwakan pula soal yang sama tapi dengan tekanan berbeda. Tapi yang barangkali paling menarik Prof.

ucapan natal buya hamka biography

Hamka kemudian, secara pribadi, menulis di salah satu harian yang memuat berita fatwa itu, Kompas. Betulkah yang terjadi sekedar kurangnya koordinasi? Tak ada satu sumber pun yang bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara tuntas. Dan memang dikirimkan kepada mereka dengan surat nomor sekian-sekian tertanggal 27 Maret —jadi sudah lama — untuk menjadi pedoman para ulama itu.

Tapi mengapa dimuat di buletin, yang bisa dibaca tidak hanya oleh para pengurus MU, kalau begitu? Agak aneh barangkali — namun buletin itu memang dicetak hanya sekitar eksemplar.

ucapan natal buya hamka biography

Baru oleh Dewan Pengurus Harian. Burhani sendiri berhalangan datang waktu itu, tapi Hamka hadir. Hanya ketua umum itu memang belum membubuhkan tanda tangan.

Toh keputusan itu sudah sah rupanya berdasar wewenang Komisi Fatwa untuk dibawa ke Menteri Agama. Sebab, kata para pimpinan MUI, keputusan tersebut memang dibikin atas desakan umat — antara lain yang menulis berbagai surat ke Departemen Agama, menanyakan masalah perayaan Natal yang diselenggarakan orang-orang Islam. Lalu ada surat dari Departemen Agama, meminta agar dikeluarkan fatwa tentang itu. Bahkan menurut Hamka, pernah ada pembicaraan antara Buya dan Menteri Agama sehubungan dengan hal tersebut. Tetap Ditakutkan Itu memang bisa mengingatkan pada kasus seperti perayaan Natal untuk gelandangan, yang pernah diprakarsai Pendeta Lumy di Senayan dulu.

ucapan natal buya hamka biography

Hanya saja, fatwa MUI kali ini ditanggapi sebagai sesuatu yang kaku dan merepotkan. Dan itulah sebabnya surat pencabutan itu bermanfaat, katanya.

ucapan natal buya hamka biography

Jadi tak ada yang bertentangan, tak ada yang dicabut, kata Hamka, sambil tertawa. Bahkan tanpa ragu-ragu beliau juga mengklaim tidak ada ulama yang melarangnya? Subhanallah… mari kita lihat bersama ucapan para ulama sejati yang akan mematahkan klaim palsu ini. Namun jika tidak bermaksud demikian dan ucapan tersebut keluar begitu saja dari lisannya, maka dia tidak terjatuh pada perbuatan kekufuran karena ucapannya tersebut keluar tanpa maksud pengagungan.

Perlu diingat kembali, ucapan selamat yang tidak diiringi pengagungan meski tidak sampai derajat kekufuran hukumnya adalah haram. Tauhid yang sempurna harus diikuti dengan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Karena itulah konsekuensi dua syahadat: Jika kita mengakui Allah satu-satuNya Dzat yang berhak diibadahi dan disembah, maka kita juga dituntut untuk menjauhi segala bentuk peribadatan kepada selain Allah, menjauhi semua pintu yang bisa menggelincirkan kepada perbuatan kekufuran dan kesyirikan. Tak terkecuali pada syiar-syiar orang kafir, hari raya serta segala bentuk peribadatan mereka.

Semua jalan biography mengarah kesana harus kita tutup demi menjaga kemurnian tauhid kita kepada Allah. Para ulama mewanti-wanti kaum muslimin agar tidak ikut-ikutan merayakan hari raya orang kafir, diantara larangannya:. Pada intinya, kaum muslimin dilarang merayakan di hari raya orang kafir baik saling mengucapankan selamat, makan-makan, menerima hadiah, liburan ke tempat rekreasi dan kegiatan lain yang biasa dilakukan orang tatkala hari raya.

Kecuali jika dilakukan dalam rangka memeriahkan upacara dan perayaan mereka, maka hal ini termasuk poin no. Selama ini kami menerima pemberian itu krena kmi pikir ini pemberian biasa bkan bagian dri ibadah mereka.

Buya Hamka dan Fatwa Haram Rayakan Natal [2]

Jazakallahu khaira, tapi kalo untuk ustadzah: Agama kami menghargai toleransi antar agama, termasuk agamamu. Tapi urusan ini, agama saya melarangnya.!!

Bukankah hanya sekedar kata2?